Minggu, 11 April 2010

kista

Kista vs kesuburan ?

Masalah kesuburan pada perempuan sering dikaitkan dengan kista. Bahkan, ada anggapan seseorang yang terkena kista di ovarium (indung telur) akan sulit hamil. Pendapat itu ternyata tidak sepenuhnya benar karena pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tidak berpengaruh terhadap kesuburan.
Kista merupakan neoplasma atau sel baru yang tumbuh liar. Kista bisa berbahaya manakala sudah berukuran besar. Kista berdiameter lebih dari 5 cm dapat melintir pada saat terjadi kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan menimbulkan nyeri sangat hebat. Selain itu, dapat beresiko jika merupakan neoplasma ganas yang dapat mengakibatkan kanker ovarium (kanker nomor tiga penyebab kematian perempuan Indonesia setelah kanker payudara dan kanker mulut rahim). Oleh karena itu, penting dilakukan deteksi dini adanya kista, yaitu dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Kista terkadang muncul tanpa gejala seperti penyakit pada umumnya. Gejala-gejala seperti perut yang agak membuncit serta bagian bawah perut yang terasa tidak enak biasanya baru dirasakan saat ukurannya sudah cukup besar
Pada dasarnya, kista dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu kista dermoid berasal dari elemen ektodermal sehingga sel-selnya mirip kulit, yaitu sel epitel gepeng, tampak pula folikel rambut, kelenjar keringat, kadang-kadang elemen tulang. Potensi kista dermoid menjadi ganas relatif kecil, cuma sekitar 1-3%. Dan yang kedua adalah kista endometriosis, (endometriosis ada yang berbentuk kista, karena itu sering disebut kista). Padahal, kista merupakan neoplasma, sementara endometriosis berupa kelenjar dinding rahim yang abnormal dan tumbuh di luar rahim. Kista endometriosis mengganggu kesuburan karena secara mekanik dapat mengakibatkan perlengketan yang menyebabkan proses ovum pick-up (lepasnya sel telur yang telah matang), sehingga sulit ditangkap fimbriea (ujung tuba fallopi). Akibatnya, pembuahan sulit terjadi. Secara imunologis, kesuburan juga terhambat, karena timbulnya reaksi-reaksi kekebalan yang mengganggu fungsi sel telur, sperma, dan embrio secara alami.
Adanya masalah ataupun gangguan pada tubuh seperti pada daerah vital, seharusnya tak terjadi jika kita membiasakan hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan diri. Oleh karena itu, tetap waspada dan selalu hidup sehat. [Agustin]
Bisakah Kista Sembuh?
Kamis, 4 Maret 2010 18:37 WIB

SHUTTERSTOCK
Kista seringkali kambuh dan bisa memengaruhi kemungkinan kehamilan.
KOMPAS.com - Umur saya 25 tahun. Saya mempunyai masalah dengan siklus haid. Tahun lalu saya divonis memiliki kista coklat sebesar 5 cm di luar rahim, dekat indung telur. Kista itu sudah diangkat lewat operasi. Namun, beberapa bulan kemudian siklus haid saya mulai tidak teratur sama seperti saat saya terkena kista.

Saat konsultasi ke dokter, diketahui kista itu muncul lagi. Saya hampir melakukan suntikan sejenis Tapros. Namun, second opinion dokter lain, saya hanya diberi pil KB untuk mengatur hormon.

Tiga bulan mengkonsumsi obat itu, haid saya mulai teratur. Satu tahun berlalu, haid mulai tidak normal lagi. Bahkan makin parah seperti sedang mengalami pendarahan. Akhirnya, saya mengkonsumsi pil pengatur hormon lagi. Apa penyebab hal itu terjadi? Apakah saya bisa sembuh dan bisa memiliki anak jika berkeluarga nanti? - Lita, Semarang.

Dr. Dyah Irawati, SpOG, dokter spesialis dari Brawijaya Women and Children Hospital menjelaskan, bahwa salah satu jenis kista ovarium (indung telur) yang sering dijumpai adalah kista endometriosis atau disebut kista cokelat. Masalah dalam penanganan kista ini adalah tingkat kekambuhannya yang tinggi. Jadi, setelah operasi pengangkatan dilakukan, kista ini dapat tumbuh kembali selang beberapa waktu.

Kista ini memang sangat dipengaruhi hormon estrogen (hormon yang dihasilkan indung telur ovarium). Untuk menurunkan kemungkinan kambuh, diberikan obat untuk menekan hormon estrogen. Salah satunya, menggunakan zat leuprorelin acetate (terkandung dalam Tapros). Selain itu, juga digunakan obat-obatan lain seperti danazol, penghambat enzim aromatase dan pil kontrasepsi.

Hormon estrogen, selain dihasilkan ovarium, juga bisa dihasilkan dari perubahan zat androgen di jaringan lemak tubuh. Itu sebabnya, disarankan berat badan berada dalam area ideal agar kadar estrogen di jaringan lemak tidak tinggi. Zat dioksin yang terkandung dalam polusi pun diduga memengaruhi timbulnya endometriosis, meski masih perlu penelitian lebih lanjut.

Masalah lain terkait dengan endometriosis adalah infertilitas (sulit hamil). Pada pasien endometriosis biasanya terjadi perlekatan pada organ reproduksinya. Infertilitas ini dipengaruhi tingkat ringan beratnya endometriosis yang diderita. Perlu dilakukan pemeriksaan organ reproduksi, termasuk apakah saluran telur (tuba fallopii) tersumbat atau tidak. Setelah itu dapat diberikan obat-obat pemicu ovulasi.

Namun, jika endometriosis yang diderita cukup berat dengan perlekatan pada organ reproduksi yang berat juga, maka perlu dilakukan program in vitro fertilisasi (IVF) atau bayi tabung untuk dapat hamil.
Tak Semua Kista Ganggu Kesuburan
Senin, 5 April 2010 14:16 WIB

shutterstock
TERKAIT:
Bisakah Kista Sembuh?
Apa itu Kista?
Memantau Kista Selagi Hamil
KOMPAS.com — Masalah kesuburan pada perempuan sering dikaitkan dengan kista. Bahkan, ada anggapan seseorang yang terkena kista di ovarium (indung telur) akan sulit memiliki anak. Pendapat itu tidak sepenuhnya benar.

Pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tidak berpengaruh pada kesuburan. Kista akan membahayakan manakala ukurannya sudah besar. Seseorang bisa saja hamil meski ada kista dalam indung telurnya. Lagi pula ovarium seorang perempuan ada sepasang. Jika salah satunya terganggu dan tidak berfungsi, maka ada satu lagi sehingga kehamilan masih dapat terjadi.

"Yang lebih tepat, kista berukuran besar dapat mengganggu kehamilan, bukan kesuburannya," kata dr Caroline Tirtajasa, SpOG dari RS Omni International Pulomas, Jakarta.

Kista yang memiliki diameter lebih dari 5 sentimeter dapat melintir pada saat terjadi kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan menimbulkan nyeri sangat hebat. Kista endometriosis mengganggu kesuburan karena secara mekanik dapat mengakibatkan perlengketan-perlengketan.

Adanya perlengketan menyebabkan proses ovum pick-up (lepasnya sel telur yang sudah matang) sehingga sulit ditangkap fimbriea (ujung tuba falopi). Akibatnya, pembuahan sulit terjadi.

Selain itu, adanya kista endometriosis secara imunologis kesuburan juga terhambat karena timbulnya reaksi-reaksi kekebalan mengganggu fungsi sel telur, sperma, dan embrio secara alami. Jika dibiarkan, endometriosis akan semakin berat dan umumnya perempuan susah hamil.

Dari survei, 40 persen perempuan yang sulit hamil diketahui memiliki endometriosis pada rahimnya. Untuk itu perlu dilakukan operasi dengan cara laparoskopi. Setelah dilakukan operasi, 70 persen perempuan dengan endometriosis ringan (stadium 1 dan 2) dapat hamil secara normal. Sebaliknya, endometriosis berat (stadium 3 dan 4) akan sulit untuk hamil secara alami meski telah diobati, kecuali dengan cara inseminasi buatan atau bayi tabung.

Kista endometriosis juga dapat mengganggu kehidupan seksual karena akan timbul rasa nyeri pada saat berhubungan intim.
Mengenal Benjolan di Payudara
Senin, 29 Maret 2010 11:55 WIB

shutterstock
TERKAIT:
Kanker Payudara Bisa Dicegah
6 Langkah Cegah Kanker Payudara
8 Penyebab Payudara Kendur
Kompas.com — Kendati mayoritas benjolan di payudara tidak bersifat kanker, semua benjolan hendaknya dianggap serius sampai benar-benar dinyatakan itu bukan kanker. Berikut beberapa jenis benjolan yang umum terjadi di payudara.

Kista
Kista adalah benjolan di payudara yang muncul di akhir siklus haid dan umumnya tidak berbahaya. Setelah masa haid, jenis benjolan ini biasanya menghilang. Kista payudara adalah kantong berisi cairan yang cenderung membesar di akhir siklus haid ketika tubuh menahan lebih banyak cairan.

Ukuran kista ada yang kecil dan ada yang besar sampai sebesar telur. Kalau dipijat, kista bisa sedikit berubah bentuk dan sebagian besar bisa bergerak di bawah kulit. Kista juga bisa muncul pada usia 40 tahunan, beberapa tahun sebelum memasuki masa menopause.

Fibroadenoma
Fibroadenoma adalah gumpalan payudara yang bukan kista maupun kanker. Tumor jinak ini paling sering berkembang pada tahun-tahun pertengahan usia produktif (masih bisa melahirkan). Fibroadenoma terasa seperti massa yang padat, licin, kuat, dan elastis, dengan bentuk yang jelas. Fibroadenoma berkembang ketika jaringan ikat bertumbuh di dalam kelenjar atau lobule payudara.

Benjolan lainnya
Jenis lain dari benjolan payudara termasuk yang disebabkan infeksi atau perdarahan akibat cedera. Benjolan yang disebabkan tumor atau jaringan berlemak disebut lipoma. Benjolan di payudara juga bisa disebabkan adanya papiloma intraduktal, terutama jika ini menyumbat saluran sehingga menimbulkan kista. Semua kondisi ini tidak bersifat kanker.

Untuk memastikan apakah benjolan pada payudara berbahaya atau tidak, dokter akan memeriksa menggunakan ultrasonografi dan mamografi. Pada benjolan tunggal yang terasa seperti kista, dokter mungkin akan menyedot cairan dari dalamnya dengan menggunakan jarum halus. Jika cairannya bisa disedot dan benjolannya kemudian menghilang, ini mengindikasikan benjolan itu adalah sebuah kista.
Kista
Penyembuhan dan Pengobatan Kista sangat mempengaruhi keyakinan untuk bisa hamil dan proses kelahiran.
Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium.
Penyebab
Kista ovarium terbentuk oleh bermacam sebab. Penyebab inilah yang nantinya akan menentukan tipe dari kista. Diantara beberapa tipe kista ovarium, tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan. Kista jenis ini terbentuk oleh karena pertumbuhan folikel ovarium yang tidak terkontrol.
Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Pada keadaan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi untuk melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus, folikel ini tidak terbuka sehingga menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista.
Cairan yang mengisi kista sebagian besar berupa darah yang keluar akibat dari perlukaan yang terjadi pada pembuluh darah kecil ovarium. Pada beberapa kasus, kista dapat pula diisi oleh jaringan abnormal tubuh seperti rambut dan gigi. Kista jenis ini disebut dengan Kista Dermoid.
Gejala
Sebagian besar wanita tidak menyadari bila dirinya menderita kista. Seandainya menimbulkan gejala maka keluhan yang paling sering dirasakan adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah dan pinggul. Rasa nyeri ini timbul akibat dari pecahnya dinding kista, pembesaran kista yang terlampau cepat sehingga organ disekitarnya menjadi teregang, perdarahan yang terjadi di dalam kista dan tangkai kista yang terpeluntir.
Diagnosa
Pemeriksaan USG masih menjadi pilihan utama untuk mendeteksi adanya kista. Selain itu, MRI dan CT Scan bisa dipertimbangkan tetapi tidak sering dilakukan karena pertimbangan biaya.
Komplikasi
Beberapa ahli mencurigai kista ovarium bertanggung jawab atas terjadinya kanker ovarium pada wanita diatas 40 tahun. Mekanisme terjadinya kanker masih belum jelas namun dianjurkan pada wanita yang berusia diatas 40 tahun untuk melakukan skrining atau deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya kanker ovarium.
Faktor resiko lain yang dicurigai adalah penggunaan kontrasepsi oral terutama yang berfungsi menekan terjadinya ovulasi. Maka dari itu bila seorang wanita usia subur menggunakan metode konstrasepsi ini dan kemudian mengalami keluhan pada siklus menstruasi, lebih baik segera melakukan pemeriksaan lengkap atas kemungkinan terjadinya kanker ovarium.
Pengobatan
Umumnya kista ovarium pada wanita usia subur akan menghilang dengan sendirinya dalam 1 sampai 3 bulan. Meskipun ada diantaranya yang pecah namun tidak akan menimbulkan gejala yang berarti. Kista jenis ini termasuk jinak dan tidak memerlukan penanganan medis. Kista biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG.
Meskipun demikian, pengawasan tetap harus dilakukan terhadap perkembangan kista sampai dengan beberapa siklus menstruasi. Bila memang ternyata tidak terlalu bermakna maka kista dapat diabaikan karena akan mengecil sendiri.
Pemeriksaan USG sangat berperanan dalam menentukan langkah penatalaksanaan kista ovarium. Dengan USG dapat dilihat besarnya kista, bentuk kista, isi dari kista dan lain sebagainya.
Jika memang kista ovarium tumbuh membesar dan menimbulkan keluhan akibat dari peregangan organ sekitar kista maka perlu dipertimbangkan untuk melakukan operasi pengangkatan kista. Jangan lupa untuk segera membawa jaringan kista ke laboratorium patologi anatomi untuk mengetahui kemungkinan kista tersebut berkembang menjadi kanker.
Kista
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Kista, polycystic ovary disease, adalah suatu kondisi di mana ovarium terdapat elemen kecil (cysts) yang mempengaruhi kesuburan perempuan hingga ia tidak bisa hamil.

A. Penyebab
Kista mempengaruhi siklus menstruasi perempuan karena sistem hormonal yang terganggu. Secara alami, hormon akan meregulasi pertumbuhan sel telur di ovarium. Medis belum mampu dengan gamblang menjelaskan bagaimana siklus hormonal perempuan penderita terganggu.
Namun berbagai penelitian terus dilakukan untuk memecahkan kasus medis ini agar jumlah penderita kista dapat ditekan.
Follicles adalah semacam kantung-kantung di dalam ovarium yang berisi sel telur. Pada kasus kista, follicles di dalam ovarium hanya berjumlah sedikit. Sel telur di dalam follicles tidak matang, sehingga tidak bisa masuk ke dalam ovarium. Alih-alih, akan membentuk kristal di dalam ovarium.
Hal inilah yang menyebabkan seorang perempuan mandul. Follicles yang tidak matang dan ketidakmampuan untuk menyalurkan sel telur (proses ovulasi) sepertinya menjadi penyebab rendahnya jumlah hormon stimulasi follicle (HSF), melebihi kandungan hormon androgen di dalam ovarium.
Seorang perempuan yang didiagnosis menderita kista biasanya berusia sekitar 20 – 30 tahun. Biasanya perempuan yang memiliki kista, jika dirunut silsilah keluarganya, ada ibu atau nenek yang mengalami gejala kista serupa.

B. Gejala-gejala
Perempuan yang memiliki kista di dalam ovariumnya akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:
Mengalami menstruasi yang tidak teratur, abnormal, dan rapat secara periode
Terdapat masa absen, biasanya (tetapi tidak selalu) terjadi setelah satu atau lebih masa menstruasi normal
Timbul jerawat yang parah dan sangat mengganggu
Ukuran payudara mengalami penyusutan
Mengalami perkembangan pada karakteristik lelaki (virilization), seperti tumbuh rambut di sekujur tubuh dan wajah, suara berubah menjadi keras dan dalam, ukuran cilitorus membesar.
Diabetes
Rambut menjadi lebih tebal seperti layaknya seorang lelaki
Mandul atau tidak mempunyai keturunan meski sudah melakukan pengobatan
Kandungan hormon insulin sangat sedikit
Mengalami kegemukan, obesitas

C. Tes-tes yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah seorang perempuan mempunyai kista di dalam ovariumnya:
Abdominal ultrasound
Abdominal MRI
Biopsy of the ovary
Estrogen level
Fasting glucose and insulin levels
FSH levels
Male hormone (testosteron) levels
Urine 17-ketosteroids
Vagina ultrasounds
Tes darah yang dilakukan:
Pregnancy test (serum HCG)
Proactin levels
Throd function test

D. Perawatan
Pengobatan yang dilakukan untuk perempuan penderita kista tergantung dengan gejala yang timbul.
Birth control pills
Clomiphene citrate
Flutamide
Spironolactone
Perawatan dengan clomiphene citrate akan menyebabkan pituitary gland meningkatkan produksi HSF. Ini akan membantu sel telur menjadi matang dan dapat dialirkan menuju ovarium. Sering kali seorang perempuan membutuhkan obat-obatan yang kuat untuk memicu kehamilan.
Untuk perempuan yang mengalami kista, mereka juga berrisiko terkena diabetes mellitus. Oleh karena itu pengobatan dengan glucophane (metformin) akan diberikan untuk membuat sel-sel lebih sensitif menghasilkan insulin, yang menyebabkan proses ovulasi kembali normal.
Mengurangi berat badan dengan diet akan sangat membantu untuk mengurangi tingginya kadar insulin di dalam darah.

E. Komplikasi yang ditimbulkan kista
Berisiko besar terkena kanker endometrial
Terjadi kemandulan
Ada hubungannya dengan obesitas; tekanan darah yang meningkat
Diabetes
Berisiko terkena kanker payudara
Mengatasi Kista dengan Laparoskopi


Rabu, 24 Oktober, 2007 oleh: eman
Mengatasi Kista dengan Laparoskopi
Gizi.net - Kista ovarium, cukup populer di telinga wanita khususnya jika ini menyangkut kesehatan reproduksi. Jangan panik dulu jika Anda didiagnosis mengidap kista, karena kista banyak jenisnya dan tidak selalu berbahaya. Namun kista tetap perlu diwaspadai karena tanda dan gejalanya sering kali tidak disadari dan baru terdeteksi saat seseorang memeriksakan dirinya atau berkonsultasi kepada dokter.

Keluhan atau sakit biasanya dirasakan utama sakit waktu menstruasi yang tak kunjung mereda atau gangguan pada siklus haid. Ada juga kista yang sifatnya ganas dan dapat berkembang menjadi kanker.

Menurut dr Med Hardi Susanto, SpOG dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kista ovarium merupakan benjolan yang membesar, seperti sebuah balon yang berisi cairan, yang tumbuh di indung telur. Cairan ini bisa berupa air, darah, nanah, atau cairan coklat kental seperti darah menstruasi yang disebut kista coklat atau kista endometriosis.

Karena tumbuh di indung telur, kista ini lazim disebut kista ovarium. Kista banyak terjadi pada wanita di usia subur atau reproduksi dan biasanya dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya setelah wanita memasuki masa menopause, karena menurunnya aktivitas indung telur.

"Penanganannya tidak selalu harus dengan tindakan operasi, kecuali jika kista dianggap berbahaya, ukurannya makin membesar, lebih dari 5 cm, benar- benar mengganggu dan menimbulkan sakit yang luar biasa pada si penderita, terutama apabila kista terpuntir atau pecah," ungkapnya.

Walaupun kista tidak selalu menjadi ganas atau mengarah kepada kanker, namun demikian pemeriksaan tetap perlu dilakukan untuk mengetahui indikasi dan penanganan yang lebih tepat. Belum ada jawaban yang pasti mengapa kista dapat timbul, apalagi seringnya kista tidak memberikan tanda dan gejala khusus, sehingga si penderita tidak menyadarinya dan baru diketahui secara kebetulan pada saat memeriksakan diri ke dokter dengan ultrasonografi atau USG (ultrasonografi).


Jenis Kista

Ada beragam jenis kista, contohnya ada jenis kista yang berhubungan dengan fungsi ovarium yang juga sering ditemukan pada wanita hamil. Kista ini disebut kista lutein. Besarnya kurang dari 5 cm.

Disebutkan, kista ini tidak berbahaya, tidak perlu diangkat apabila tidak mengganggu janin, tetapi membutuhkan pengawasan khusus. Kista ini akan mengecil atau hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Kista lainnya adalah dermoid. Kista ini mengandung organ manusia dalam bentuk sel embrionik sebagai cikal bakal manusia, sehingga tak heran jika diangkat ditemukan rambut, gigi, lemak dan tulang.

Lalu ada pula kista endometriosis yang berhubungan dengan nyeri haid. Kista ini disebut juga kista coklat, karena di dalamnya ada cairan berwarna coklat kehitaman berasal dari darah yang mengental dan membeku.

Kista adenoma adalah kista yang berasal dari lapisan indung telur dan berpotensi untuk ganas. Sekali lagi, karena kista ovarium gejalanya sering kali tidak disadari, maka sangat disarankan bagi setiap wanita untuk secara rutin melakukan pemeriksaan ginekologi, terutama jika keluhan berlangsung lama dan disertai gejala-gejala seperti menstruasi yang datang terlambat, tidak teratur dan disertai rasa nyeri, perut terasa penuh dan tertekan, nyeri yang tajam pada perut bagian bawah, dan gangguan fertilitas atau kesuburan. Gejala Hirsutisme, yaitu tumbuhnya rambut seperti di wajah, kaki, perut.


Metode Laparoskopi

Terapi bedah atau operasi merupakan tindakan yang dilakukan pada pasien apabila kista tidak menghilang, memiliki ukuran besar, menimbulkan keluhan- keluhan seperti rasa nyeri perut, nyeri haid atau gangguan siklus dan infertilitas. Dibandingkan dengan metode konvensional, di mana pasien dibedah dengan sayatan yang lebar di sekitar perut untuk pengangkatan kista, metode laparoskopi merupakan metode terkini (Gold Standard) dalam dunia kedokteran.

Laparoskopi merupakan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang yang lain untuk peralatan bedah yang lain.

Teknik ini disebut juga teknik operasi minimal invansif (Minimal Invansive Surgery). Namun, teknik ini tetap memiliki resiko bagi pasien, terutama karena saat melakukan operasi tersebut, dokter yang menangani memerlukan ruang dalam rongga perut sehingga memerlukan gas karbondioksida (CO2) untuk mengembangkan rongga perut, antara lain risiko yang dapat terjadi jika gas bertekanan tinggi tersebut masuk ke dalam pem- buluh darah.

Untuk meminimalkan risiko-risiko dalam tindakan laparoskopi, Hardi Susanto bersama koleganya dr Wachyu Hadisaputra, SpOG merancang dan menciptakan suatu alat untuk mendukung teknik laparoskopi ini, sehingga operasi bisa dilakukan tanpa gas karbondioksida. Penyediaan ruang di rongga perut tidak lagi menggunakan gas, melainkan dengan kait baja untuk menarik dinding perut, selanjutnya dokter melakukan langkah-langkah laparoskopi seperti biasa.

"Teknik laparoskopi tanpa gas (gasless laparoscopy) merupakan teknik yang paling canggih dan elegan dari semua teknik yang pernah dilakukan untuk tindakan operasi, sehingga risiko dapat diminimalkan," papar dokter yang memiliki hak paten internasional ini.

Selain meminimalkan risiko, teknik ini juga mempercepat pemulihan dan mengurangi nyeri luka pascaoperasi, mempersingkat waktu rawat inap sehingga hanya dalam satu atau dua hari saja pasien sudah dapat pulang dan melakukan aktivitasnya, permukaan perut pasien tidak akan memerlukan jahitan yang lebar sehingga tidak mengurangi estetika, dan meminimalkan biaya yang dikeluarkan.

Teknik laparoskopi umumnya digunakan untuk operasi di bidang ginekologi, namun digunakan juga untuk bedah umum, bedah saraf, jantung, dan ortopedi. "Meskipun laparoskopi menjadi tren dalam dunia kedokteran, namun belum semua dokter yang menguasai teknik ini. Karena itu, kami terus menyosialisasikan dan memberi pelatihan khusus, sehingga akan semakin banyak dokter spesialis yang juga menguasai teknik ini," ujar Hardi. [WIN/M-15]


Kista dapat memberikan berbagai keluhan seperti nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Untuk jenis kista folikel, biasanya tidak memberikan rasa nyeri. Sehingga kebanyakan penderita tidak menyadarinya. Namun, jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.
Tidak seperti kista folikel, kista korpus luteum umumnya memberikan nyeri hanya pada satu sisi dari perut bagian bawah. Penderita juga mengalami perubahan pola haid, misalnya terlambat haid atau pendarahan diantara periode haid. Pendarahan vagina yang hebat dan tidak teratur jika berlangsung kronik dapat berakibat pada anemia. Nyeri perut yang timbul biasanya hebat dan dapat disertai mual dan muntah. Pembesaran perut juga sering terjadi pada beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar.

{August 7, 2009} Kista, gejala, mengatasi, dan makanan yang perlu dihindari
Aku bikin postingan ini, untuk semuanya aja. Buat pengetahuan bagi yang belum tau dan lagi nyari tau. Lagi pula aku tau kalo aku menderita kista, baru 1 minggu yang lalu . Belum ada pemeriksaan lebih lanjut siy… baru USG-tv (hemm sorry kalo salah istilahnya…). Pemeriksaan lebih lanjutnya nanti pra operasi. Rencananya mau operasi bulan depan. Yach… semoga semua baik-baik saja. Amin.
Hal-hal mengenai kista, aku banyak ambil dari browsing-browing internet. Cuman kadang karena ambilnya dah terlalu lama, jadi aku lupa source-nya hehehe mohon dimaklumi ^^
About KISTA
Kista adalah tumor iinak di organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya. Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.
Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya. Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.
Gejala-gejala Kista
Kista dapat memberikan berbagai keluhan seperti nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Untuk jenis kista folikel, biasanya tidak memberikan rasa nyeri. Sehingga kebanyakan penderita tidak menyadarinya. Namun, jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.
Tidak seperti kista folikel, kista korpus luteum umumnya memberikan nyeri hanya pada satu sisi dari perut bagian bawah. Penderita juga mengalami perubahan pola haid, misalnya terlambat haid atau pendarahan diantara periode haid. Pendarahan vagina yang hebat dan tidak teratur jika berlangsung kronik dapat berakibat pada anemia. Nyeri perut yang timbul biasanya hebat dan dapat disertai mual dan muntah. Pembesaran perut juga sering terjadi pada beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar. (http://id.shvoong.com/)
Berdasarkan tingkat keganasannya, kista dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Kista non-neoplastik
Kista non-neoplastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis dengan sendirinya setelah dua atau tiga bulan.
2. Kista neoplastik.
Kista kneoplastik umumnya harus dioperasi, namun tetap tergantung pada ukuran dan sifatnya, apakah membahayakan atau tidak.
Selain pada ovarium, kista dapat juga tumbuh di vagina dan daerah vulva (bagian luar alat kelamin wanita). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, ductus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea, serta inklusi epidermal.
Kista umumnya tidak disertai dengan keluhan atau gejala spesifik. Keluhan biasanya akan muncul jika ukuran kista sudah membesar dan letaknya mengganggu organ lain di sekitarnya. Jika si penderita menekan saluran kemih, usus, saraf, atau pembuluh darah besar di sekitar rongga panggul, maka?akan menimbulkan keluhan berupa susah buang air kecil dan buang air besar, gangguan pencernaan, kesemutan, atau bengkak pada kaki.
Kista memang tumor yang jinak, namun 20-30% kista dapat berpotensi menjadi ganas. Keadaan itu ditandai dengan terjadinya pembesaran tumor dalam waktu singkat sehingga memicu tumbuhnya kanker.
Pasalnya, sampai sekarang belum diketahui secara pasti faktor-faktor penyebab tumbuhnya kista dalam tubuh seorang wanita dan cara pencegahannya pun belum terungkap dengan jelas. Ada penelitian yang menyatakan bahwa penyebab terbentuknya kista pada ovarium adalah gagalnya sel telur untuk berovulasi. Dalam siklus reproduksi, satu sel telur dalam ovarium wanita setiap bulannya akan mengalami ovulasi, yaitu keluarnya inti sel telur dari folikel untuk kemudian ditangkap serabut fimbria dan ditempatkan di saluran ovarium, dan siap dibuahi jika bertemu sperma. Folikel yang sudah kehilangan inti sel telur itu disebut dengan corpus luteum, yang secara normal akan mengalami degenerasi dan hilang diserap tubuh.
Namun, ada kalanya proses keluarnya inti sel telur dari dalam folikel gagal terjadi. Sel telur yang gagal berovulasi tersebut lama-kelamaan dapat berubah menjadi kista. Selain itu, dapat pula terjadi kegagalan penyerapan corpus luteum oleh tubuh. Keadaan itu dapat pula berpotensi menyebabkan kista.
Selain disebabkan oleh kelainan pada sel telur (folikel), kista di ovarium juga dapat tumbuh begitu saja. Kista semacam itu terdiri atas selaput yang berisi darah kental dan sering disebut sebagai endometriosis.
Seiring dengan berjalannya waktu, kista akan terus mengalami pembesaran. Dalam jangka waktu tertentu, kista terus tumbuh hingga diameternya mencapai puluhan sentimeter. Sebenarnya tidak ada patokan mengenai ukuran besarnya kista sehingga berpotensi untuk pecah. Pecahnya kista dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi rusak dan menimbulkan terjadinya perdarahan yang dapat berakibat fatal.
Cara yang paling efektif untuk mengatasi kista yaitu:
1. Dengan mengangkat kista melalui operasi. Namun, tindakan pengobatan tersebut hingga kini belum memberikan hasil yang memuaskan. Tindakan operasi pengangkatan kista tidak menjamin kista tidak akan tumbuh kembali nantinya. Selama seorang wanita masih memproduksi sel telur, maka potensi untuk tumbuh kista akan tetap ada. Namun, dengan meningkatnya pengetahuan serta kesadaran kaum wanita saat ini untuk memeriksakan organ reproduksinya merupakan langkah awal yang tepat untuk mengurangi risiko terjadinya kista.
2. Mengatasi Kista dengan Laparoskopi
Laparoskopi merupakan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang yang lain untuk peralatan bedah yang lain.
Teknik ini disebut juga teknik operasi minimal invansif (Minimal Invansive Surgery). Namun, teknik ini tetap memiliki resiko bagi pasien, terutama karena saat melakukan operasi tersebut, dokter yang menangani memerlukan ruang dalam rongga perut sehingga memerlukan gas karbondioksida (CO2) untuk mengembangkan rongga perut, antara lain risiko yang dapat terjadi jika gas bertekanan tinggi tersebut masuk ke dalam pem- buluh darah.
Pantangan makanan bagi pasien kista:
- santan, alpukat, kuning telur
- seafood
- fastfood
- gorengan (bila menggoreng lebih baik menggunakan olive oil/minyak zaitun)
- susu sapi (ganti dg susu diet, misalnya WRP)
- susu kedelai, termasuk tahu tempe
- jeroan
- makanan2 manis, termasuk buah2an, misalnya lengkeng, rambutan, mangga.
PENYAKIT KISTA (UNIV. GUNADARMA)
Penyakit kista adalah penyakit yang biasanya bersarang pada indung telur wanita. Kedokteran sendiri belum bisa memastikan asal penyebab penyakit kista ini, namun diprediksi kista muncul akibat kembalinya darah menstruasi dan menempel dimana saja termasuk dinding indung telur. Oleh karena itu tak heran jika keberadaan penyakit ini akan susah terdeteksi pada awal perkembangannya.
Ciri-ciri kista biasanya rasa sakit yang sangat ketika seorang wanita sedang mengalami menstruasi, yang lebih parahnya penderita bisa sampai pingsan karena menahan sakit yang luar biasa ini. Kista sendiri terdiri dari 2 macam, ada yang berupa cairan ada juga gumpalan, akibat dari kista selain sakit yang sangat ketika menstruasi adalah susah memiliki keturunan. Kalau sudah divonis tidak bisa memiliki keturunan gak kebayang dech gimana rasanya!
Mitos yang beredar kista bisa jadi akibat dari asupan makanan yang kurang sehat dan mengendap yang akhirnya menjadi kista. Solusi yang harus diambil ketika wanita merasa gejala sakit seperti diatas dan sudah di vonis mengidap kista adalah operasi, bisa dicoba juga dengan terapi, tapi apapun cara yang kamu ambil hindaristress karena bisa memperburuk keadaan. Oleh karena itu sebisa mungkin agar dapat mengontrol emosi dengan baik dengan membiasakan diri menerapkan pola sifat sabar-yah agar terhindar (atau setidaknya meminimalisir) dari serangan stress jika di dalam tubuh kita di diapsnosis ada kista.
Selagi masih muda ubahlah kebiasaan kamu jangan makan sembarangan, makan buah-buahan, minum air putih yang banyak dan berolahraga secara teratur. Mencegah lebih baik daripada mengobati kan ? Oleh karena itu mulai sekarang jangan lupa yah agar senantiasa membiasakan diri untuk selalu hidup sehat dan teratur, karena kita tahu betul bahwa sehat itu sangatlah mahal kan?
Penyakit Kista
March 8th, 2010 • Related • Filed Under
Penyakit kista adalah penyakit yang biasanya bersarang pada indung telur wanita. Kedokteran sendiri belum bisa memastikan asal penyebab penyakit kista ini, namun diprediksi kista muncul akibat kembalinya darah menstruasi dan menempel dimana saja termasuk dinding indung telur. Oleh karena itu tak heran jika keberadaan penyakit ini akan susah terdeteksi pada awal perkembangannya.
Ciri-ciri kista biasanya rasa sakit yang sangat ketika seorang wanita sedang mengalami menstruasi, yang lebih parahnya penderita bisa sampai pingsan karena menahan sakit yang luar biasa ini. Kista sendiri terdiri dari 2 macam, ada yang berupa cairan ada juga gumpalan, akibat dari kista selain sakit yang sangat ketika menstruasi adalah susah memiliki keturunan. Kalau sudah divonis tidak bisa memiliki keturunan gak kebayang dech gimana rasanya!
Mitos yang beredar kista bisa jadi akibat dari asupan makanan yang kurang sehat dan mengendap yang akhirnya menjadi kista. Solusi yang harus diambil ketika wanita merasa gejala sakit seperti diatas dan sudah di vonis mengidap kista adalah operasi, bisa dicoba juga dengan terapi, tapi apapun cara yang kamu ambil hindaristress karena bisa memperburuk keadaan. Oleh karena itu sebisa mungkin agar dapat mengontrol emosi dengan baik dengan membiasakan diri menerapkan pola sifat sabar-yah agar terhindar (atau setidaknya meminimalisir) dari serangan stress jika di dalam tubuh kita di diapsnosis ada kista.
Selagi masih muda ubahlah kebiasaan kamu jangan makan sembarangan, makan buah-buahan, minum air putih yang banyak dan berolahraga secara teratur. Mencegah lebih baik daripada mengobati kan ? Oleh karena itu mulai sekarang jangan lupa yah agar senantiasa membiasakan diri untuk selalu hidup sehat dan teratur, karena kita tahu betul bahwa sehat itu sangatlah mahal kan?
(diposting dari beberapa sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar